Kamis, 10 Juli 2008

Pembuatan Alum Sulfat 50 ml (skala Lab)



Saat ini Alum Sulfat masih banyak digunakan terutama di PDAM baik di kota maupun didaerah, Alum Sulfat yang biasa digunakan sebagai koagulan, yaitu bahan untuk menggumpalkan partikel koloid yang ada didalam air baku.

Air baku yang biasanya dari sungai/kali akan dijernihkan baik secara fisik, kimia dan biologis di suatu instalasi pengolahan air. Penggunaan koagulan termasuk bagian dari pengolahan secara kimia di suatu instalasi pengolahan air.



Ditempat kerja saya yang dulu bergerak dibidang water treatment, saya dan rekan saya diminta untuk mencoba membuat alum sulfat untuk skala lab dulu. Hal ini dimaksudkan karena perusahaan kami akan membangun pabrik Alum Sulfat. Percobaan pun telah berulang kali di laksanakan. Namun tetap mendapatkan BJ nya hanya 1.29. Kalau para pembaca dapat memberikan komentar kesalahan terletak dimana, tolong di kabari..

Nah ini yang saya dan rekan lakukan, langkah-langkahnya antara lain:



1. Al(OH)3 ditimbang sebanyak 13.2 gr





2. Air ditambahkan 50 ml sedikit demi sedikit ke dalam Al(OH)3 tadi.





3. Campuran tersebut diaduk rata





4. Asam sulfat ditambahkan ke dalam larutan, Aduk rata






5. Masukkan air yang tersisa, Aduk Rata






6. Diendapkan sampai terlihat terpisah antar padatan dengan cairannya





7. Cairan bening tersebut merupakan alum sulfat sedangkan padatannya adalah Al(OH)3 jenuh.
Alum sulfat tersebut di pisahkan dari endapannya.







8. Hasil yang didapatkan adalah BJ = 1.29







Itulah hasil beberapa kali percobaan saya. Namun hasil percobaan tersebut belum mencapai 1.3 seperti standar Alum Sulfat yang berat jenisnya minimum 1.3 gr/ml.

Demikianlah baru kali ini saya memposting hasil penelitian saya yang sudah lama dilakukan sampai akhirnya saya sudah pindah kerja di RSIA Kemang Medical Care..































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































Selasa, 08 Juli 2008

Water Purifier untuk Water Birth


Water Birth...??


Apa itu? mungkin masih sebagian masyarakat belum memahaminya. Begitupun dengan saya yang berlatar belakang dari teknik. Awalnya saya diterima kerja di sebuah rumah sakit baru berstandar internasional yaitu RSIA Kemang Medical Care (KMC), saya yang merupakan lulusan Teknik Lingkungan dari Usakti mencoba untuk memahami sedikit demi sedikit pengetahuan tentang istilah medis.


Water birth adalah salah satu produk layanan unggulan kami dalam metode persalinan bagi ibu yang akan melahirkan di air. Ibu akan berendam dalam sebuah kolam yang mana airnya sangat steril dengan kandungan 0 mikroorganisme/100ml air. Metode water birth bukanlah hal baru yang dilakukan dokter kami disini, dengan berbekal pengalaman dan kemampuannya dokter kami yang juga sebagai president director mengembangkan metode persalinan yang aman dan nyaman saat melahirkan.


Bekerja di RSIA. KMC sebagai Sanitary Engineer, memiliki tanggung jawab dalam hal limbah padat, cair, dan sanitasi lingkungan (air, ruangan, udara).

Sewaktu diberi kepercayaan untuk buat sistem instalasi water purifier untuk water birth saya langsung menyanggupi, dengan harapan bisa sambil belajar. Ditengah ketidaktahuan saya tentang medis, maka saya diberi training ke RS. MMC untuk mempelajari desain dan sistem water purifier yang telah terpasang disana.


Adapun disain tersebut meliputi:


a. UF (Ultra Filtrasi), saringan sebesar 0.01 mikron. air baku yang masuk ke UF harus memenuhi standar kandungan klorin sebesar 1ppm dan apabila masih melebihi maka harus diberikan carbon filter.


b. Penampungan, air yang telah tersaring di UF di tampung di dalam tangki stainless dan diletakkan di tempat teduh (tidak terkena sinar matahari langsung) dan air tersebut diresirkulasi setelah 2 hari. Jangan dibiarkan air tersebut tertampung lama karena akan menyebabkan tumbuhnya mikroorganisme.


b. UV (Ultra Violet), ketika akan tiba persalinan maka tahap selanjutnya, air tersebut harus disterilkan dengan penyinaran ultra violet. Air yang telah disinari tidak dianjurkan untuk ditampung lagi, jadi langsung ke kolam.


c. Water Heater, didalam persalinan water birth maka yang dianjurkan adalah air yang hangat sesuai dengan kondisi dalam rahim ibu. Untuk itulah diperlukan water heater yang menyuplai kebutuhan air panas setelah melalui proses UV.


Hal yang perlu diperhatikan juga antara lain:


a. Waktu yang dibutuhkan untuk terisinya kolam tersebut. Estimasi waktu yang diberikan sampai air penuh terisi tergantung dari kebijakan masing-masing rumah sakit. semakin cepat air terisi maka akan semakin baik karena tidak memacu pertumbuhan mikroorganisme.


b. Pipa yang digunakan adalah pipa steril. Jarak pipa UV ke outlet jangan terlalu jauh. dan pipa terakhir yang menyuplai air ke kolam pun juga harus portable karena akan disterilkan juga.


c. Suhu air yang harus stabil sekitar 37 derajat celcius, sesuai dengan kondisi kandungan ibu. untuk itulah harus ada thermometer yang terus dipantau. apabila air sudah dingin maka air panas harus ditambahkan, dan sebagian airnya juga dibuang. Perbandingan antara air panas dengan air dingin juga harus dipantau, demi terjaganya suhu yang diinginkan, maka diperlukan trial-trial.

Kolam yang digunakan untuk water birth dapat menggunakan jenis: portable (kolam plastik) ataupun permanen (bathtub). Namun untuk kolam permanen maka harus diperhatikan tentang higienitas kolamnya. Sedangkan kolam portable dapat dibawa pulang oleh pasien.